Bahaya Hipertensi Pada Masa Kehamilan

By | 31/03/2016

Bahaya Hipertensi Pada Masa Kehamilan,- Pada masa kehamilan sangat umun jika Anda mengalami peningkatan tekanan darah (hipertensi). Batasan tekanan darah normal adalah tidak kurang dari 90/60 mHg dan tidak lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg.

Umumnya, hipertensi pada ibu hamil menimbulkan gejala ringan, seperti ;

  • pusing
  • sakit kepala,
  • mata berkunang-kunang,
  • mual,
  • muntah,
  • badan lemas,
  • atau terasa ingin pingsan, dan keluar keringat dingin. Hal ini terutama dirasakan pada saat perubahan posisi berdiri secara cepat dari posisi duduk atau tidur.

Hipertensi pada masa kehamilan, merupakan normal terjadi. akan tetapi perlu kehati-hatian dan perlu penanganan apalagi jika hipertensi ini menyebabkan gejala berat seperti ;

  1. perdarahan,
  2. sesak nafas,
  3. dan kelelahan yang berlebihan.
  4. Bahkan dalam kasus tertentu, gejala tersebut juga akan menyebabkan kerusakan seluruh organ tubuh, mulai dari liver, ginjal

GARIS BESAR : Meski pada ibu hamil adalah normal, namun tetap harus dipastikan kondisi kesehatan ibu hamil dan janin, bila perlu lakukan pemeriksaaan secara rutin supaya tidak semakin buruk kesehatannya.

Dibawah ini tips untuk mengurangi hipertensi pada ibu hamil

  • Segera istirahat (duduk atau tidur) jika merasa pusing. Hal ini dilakukan untuk menghindari jatuh.
  • Hati-hati ubah posisi tubuh. Hindari perubahan posisi yang terlalu cepat, seperti: berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau tidur. Lakukan perlahan-lahan dan hati-hati.
  • Usahakan selalu untuk tidur dengan posisi miring kiri supaya aliran darah balik ke jantung dan otak meningkat. Karena telentang justru menyebabkan rahim menekan pembuluh darah, yang bisa membatasi aliran darah dan tekanan darah pun menjadi turun.
  • Perhatikan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang. Penuhi kecukupan kalori, protein, vitamin, dan lainnya sehingga terhindar dari gejala hipotensi. Makanlah dalam porsi kecil dengan frekuensi sering.
  • Konsumsi banyak air dan cairan lain untuk menghindari dehidrasi. Dehidrasi juga bisa menyebabkan tekanan darah rendah. Karena itu, perhatikan asupan cairan tubuh mamil dengan minum setidaknya 8—10 gelas per hari.
  • Berolahraga secara teratur. Latihan ringan dan berjalan kaki bisa mencegah gejala tekanan darah rendah karena aktivitas ini akan meningkatkan sirkulasi darah. Kurang berolahraga dapat menyebabkan pembuluh darah terlalu lentur sehingga tekanan darah menjadi rendah.
  • Beristirahatlah yang cukup dan tepat waktu. Hindari melakukan aktivitas berat yang membuat gejala tekanan darah rendah muncul. Hindari kelelahan dan pastikan jam tidur ibu hamil cukup.

PERHATIAN! Hindari obat-obatan penghilang gejala sakit, seperti pusing, sakit kepala. Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit harus diberikan atas nasihat dokter. Ingatlah, ibu hamil tidak boleh minum sembarang obat.

Untuk pengobatan hipertensi pada ibu hamil, bisa menggunakan ramuan atau tumbuhan herbal anti-hipertensi. Dimana herbal ini sangat aman dikonsumsi untuk ibu hamil tanpa memberikan efek samping pada janin yang di kandungnya

Tanaman herbal Anti-Hipertensi tersebut diantaranya :

  1. Mentimun
  2. Mengkudu
  3. Kunyit
  4. Bawang Putih
  5. Terong Ungu

Itulah penjelasan mengenai bahaya hipertensi pada ibu hamil. Untuk para calon bunda, sebaiknya lebih waspada dan pikirkan kesehatan ya, dan yang terpenting lakukan hidup sehat supaya tidak terancam bahaya penyakit hipertensi atau lainnya.

by post : slimming capsule

Bahaya Hipertensi Pada Masa Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *